Aku terbiasa hidup di dalam sepi
Menghargai sunyi, menyulam satu demi satu benang mimpi
Tapi aku tak pernah tahu kepada siapa semua itu akan kubagi
Aku mencoba berlari, hingga segalanya mulai terkubur di dalam hati
Lalu kau datang seperti tamu tak diundang
Mengulurkan tangan dengan sebersit senyuman
Aku menikmati setiap keindahan yang kau miliki
Bahkan sampai elemen terkecil yang sulit untuk kupungkiri
Puisi ini hanya kata-kata sederhana
Ungkapan isi hati yang kurangkai sedemikian rupa
Namun percayalah, sedikit pun aku tak ingin berdusta
Tak ingin pula aku mengharapkan setangkai mawar atau azalea
Karena bagiku, tiada yang lebih indah selain suara dan kilau matamu yang senada
Ps: selamat Hari Kasih Sayang untuk kamu yang Terkasih.
Ada masa di mana bahagiaku pernah tercipta
Kepada satu yang selalu kupuja
Kepada dia satu-satunya penguasa palung jiwa,
yang akhirnya harus kuterima bahwa dia memperlakukanku layaknya pelabuhan sementara.
Bukan sebuah muara.
Namun padamu, aku merasa berbeda.
Kamu menenggelamkanku di ruang masa,
tempat aku menelusuri relief sejuta kisah
Tentang manusia sebelum kita.
Sejak kamu menghilang, rinduku terbelenggu waktu.
Gravitasi menyiksaku ke dalam perasaan tanpa jeda.
Jadi, kepada langit biruku yang tak pernah bersuara,
sampaikan kepadanya tentang satu rindu
yang selama ini tertahan di ujung kata.
Aku menantinya, pada satu temu.
Kamulah spektrum cahaya yang membentuk satu wujud perspektif nyata.
Kamu sosok nila terindah
Warna yang sarat akan hati penuh cinta, kelembutan dan bahagia.
Matamu yang teduh berwarna jingga
Selalu sejukkan jiwa yang lelah akan kejamnya dunia.
Selalu lindungi setiap hati dari bongkah kecewa.
Namun cinta, aku tak ingin kau dihujani pilu.
Aku tak tega biarkan cinta putih sucimu jadi abu-abu.
Karena aku telah tergila-gila dengan merahnya api cintamu.
Merah bara yang selalu menyala tanpa sekerat sandiwara.
Merah bara yang selalu berkobar tanpa mengenal lelah.
Wahai cinta, kuingin kau berseri seperti langit biru.
Karena aku tahu, hanya kaulah yang pantas untuk kurindu.
Gelak tawa mereka tercipta untuk menghiasi bahagia.
Bukan dengan derai air mata yang datang menyelip di dalam suasana.
Karena di setiap kisah, selalu ada makna rahasia
- tentang pilu yang tak terbaca oleh mata, juga rindu yang tak tereja oleh kata.
Semua itu teredam tanpa suara - tanpa jeda - sangat tidak biasa.
Mungkin semua ini terlalu cepat
Mungkin juga apa yang kurasakan tidak cukup akurat
Tapi, aku tak ingin ada kata terlambat
Aku tidak bersedia menyesal di kemudian hari
Mengetahui bahwa kau telah ada yang telah memiliki
Menyadari tiada lagi celah kecil yang bisa kucuri.
Namun, aku ingin menikmati perasaan ini lebih lama, lebih dalam, lebih jauh
Tanpa pernah kita tahu, kapan hati kita akan berlabuh
Atau sederhananya, kau dan aku menjadi satu.