Write. Anywhere. Anytime.

Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Agustus 2018

perihal menemukan diri sendiri





kelak, akan datang satu masa

di mana tangismu tak lagi kaurasakan

hanya tawa dan bahagia

sebab, kau telah lama menanggung perihmu sendiri

dan kautahu — semua penderitaanmu akan berakhir

pada saat itu, mungkin ia pun akan tahu

bahwa tak ada lagi jalan baginya untuk kembali
Jumat, 14 Februari 2014

Destiny


Aku terbiasa hidup di dalam sepi
Menghargai sunyi, menyulam satu demi satu benang mimpi
Tapi aku tak pernah tahu kepada siapa semua itu akan kubagi
Aku mencoba berlari, hingga segalanya mulai terkubur di dalam hati

Lalu kau datang seperti tamu tak diundang
Mengulurkan tangan dengan sebersit senyuman
Aku menikmati setiap keindahan yang kau miliki
Bahkan sampai elemen terkecil yang sulit untuk kupungkiri

Puisi ini hanya kata-kata sederhana
Ungkapan isi hati yang kurangkai sedemikian rupa
Namun percayalah, sedikit pun aku tak ingin berdusta
Tak ingin pula aku mengharapkan setangkai mawar atau azalea

Karena bagiku, tiada yang lebih indah selain suara dan kilau matamu yang senada




Ps: selamat Hari Kasih Sayang untuk kamu yang Terkasih.

Sabtu, 27 April 2013

Bingkisan Dari Hati

Ada masa di mana bahagiaku pernah tercipta
Kepada satu yang selalu kupuja
Kepada dia satu-satunya penguasa palung jiwa,
yang akhirnya harus kuterima bahwa dia memperlakukanku layaknya pelabuhan sementara.
Bukan sebuah muara.

Namun padamu, aku merasa berbeda.
Kamu menenggelamkanku di ruang masa,
tempat aku menelusuri relief sejuta kisah
Tentang manusia sebelum kita.

Sejak kamu menghilang, rinduku terbelenggu waktu.
Gravitasi menyiksaku ke dalam perasaan tanpa jeda.

Jadi, kepada langit biruku yang tak pernah bersuara,
sampaikan kepadanya tentang satu rindu
yang selama ini tertahan di ujung kata.
Aku menantinya, pada satu temu.

Pelangi untuk Kamu

Kamulah spektrum cahaya yang membentuk satu wujud perspektif nyata.

Kamu sosok nila terindah
Warna yang sarat akan hati penuh cinta, kelembutan dan bahagia.
Matamu yang teduh berwarna jingga
Selalu sejukkan jiwa yang lelah akan kejamnya dunia.
Selalu lindungi setiap hati dari bongkah kecewa.

Namun cinta, aku tak ingin kau dihujani pilu.
Aku tak tega biarkan cinta putih sucimu jadi abu-abu.
Karena aku telah tergila-gila dengan merahnya api cintamu.
Merah bara yang selalu menyala tanpa sekerat sandiwara.
Merah bara yang selalu berkobar tanpa mengenal lelah.

Wahai cinta, kuingin kau berseri seperti langit biru.
Karena aku tahu, hanya kaulah yang pantas untuk kurindu.

Minggu, 14 April 2013

Untuk Mereka, yang terindah

Gelak tawa mereka tercipta untuk menghiasi bahagia.
Bukan dengan derai air mata yang datang menyelip di dalam suasana.
Karena di setiap kisah, selalu ada makna rahasia
- tentang pilu yang tak terbaca oleh mata, juga rindu yang tak tereja oleh kata.
Semua itu teredam tanpa suara - tanpa jeda - sangat tidak biasa.

Jumat, 05 April 2013

Kita

Mungkin semua ini terlalu cepat
Mungkin juga apa yang kurasakan tidak cukup akurat
Tapi, aku tak ingin ada kata terlambat
Aku tidak bersedia menyesal di kemudian hari
Mengetahui bahwa kau telah ada yang telah memiliki
Menyadari tiada lagi celah kecil yang bisa kucuri.

Namun, aku ingin menikmati perasaan ini lebih lama, lebih dalam, lebih jauh
Tanpa pernah kita tahu, kapan hati kita akan berlabuh
Atau sederhananya, kau dan aku menjadi satu.

Minggu, 31 Maret 2013

Dear You

Aku sudah pernah mengecap pahit sebelum hidupku diisi berliter-liter bahagia.
Setiap luka pun seolah menjelma menjadi rangkaian cerita.
Sendiri, tak berteman, tanpa canda atau tawa gembira.

Mereka pernah berkata bahwa hidup itu sederhana.
Dan mereka juga bilang jika berdua akan selalu lebih indah.
Tapi, bagaimana jika sebuah kebersamaan tanpa disertai kehadiran cinta?
Bukankah semua akan terasa percuma?
Tapi, aku selalu percaya bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia.
Aku memercayai semua itu sebagaimana langit yang mencintai senjanya.
Aku kerap meyakini diriku semua itu seperti matahari yang tak pernah lelah menganugrahi cahayanya pada bintang.

Begitu.

Dan kepada kamu yang membaca himpunan sajak sederhana ini, percayalah bahwa aku ada...
Untuk kamu selamanya, tak peduli meski aku menua.
Sabtu, 30 Maret 2013

Kata


Satu kata adalah kisah
Tentang keesaan kita yang diagungkan
Tak pernah mati meski hilang keseimbangan
Tak mungkin lenyap walau terjadi kekosongan

Satu kata adalah warna
Menyala penuh cerita dan sejuta makna
Serupa secercah aura istimewa, juga berbeda
Hanya diam, tak banyak bicara

Satu kata adalah masa
Ada ruang di dalam jeda
Ada jarak yang memisah setiap jiwa
Termasik kita - menjadi amat nelangsa

Satu kata adalah cinta
Bergetar, lantas membuncah keras di dalam sukma
Terus meronta begitu tergesa-gesa
Setupa dengan apa yang sedang kita rasa.



My bedroom, March 30th 2013
00.12 , after sign out and give a good night.
Selasa, 26 Maret 2013

Kembali

Aku kembali, menjejaki lagi kakiku di tempat ini.
Di sini, tempat di mana kita selalu menitipkan mimpi, menyulam janji, merangkai sejumlah sajak yang penuh arti.
Tidak luput juga beberapa sabda cintamu yang selalu mengembun di lubuk hati.

Tapi, aku tak berteman, sama dengan kisah cintaku yang tak bertuan  –  tanpa arah dan tujuan.
Tanpa secuil pesan yang kautinggalkan.

Meski begitu, semuanya tetap sama.
Tidak ada yang kulupa, karena bayangmu di sini tetap kujaga.
Setiap penuturanku pun masih menempel setia di sana, di pilar-pilar dan tiang yang menjulang tinggi tak terkira.
Sama seperti banyaknya air mata yang tumpah di sini karena perpisahan kita.
Dulu kala.... Saat kita masih bersama.

Aku tahu, waktu takkan bisa terulang.
Semua memori itu hanya sanggup kukenang.
Sekalipun aku meradang, tangisku tidak mungkin membawamu pulang.

Namun, jika boleh aku meminta, aku ingin mengemas harapan ini dan menjaganya hingga aku tutup usia.