I'm pretty fed up with my father. Long story short, he's not a very good father. He didnt even believe in my passion at all. Sometimes, I wanna get away from him. I know I can move out, but i cant stop wishing if I had a different father, an uncle, or whatever - someone who can treat me like a son, and support what I want to do.
I was physically and emotionally disappointed by my father. As far as I remember, he never care for me , accept me , initiate conversation and give me attention . I hate being lonely. He was never there whenever I need a shoulder to cry on. The day when I was young, he always left me cry in loneliness.
The most important, he never know what I really needed. He always treat me like a stranger, never gave me support for what I did. He's become the reason why I hate another part of myself, the reason why I wanna go out there, the reason why I dont wanna stay here anylonger. I hate when he tried to domimate something that he doesn't understand or shortly -- know me.
I just want to be happy like another. Want to feel like I'm an importance person no matter what happens. Want him to love me even if I walked in the wrong path. I just want to feel the warmth of an embrace.
Back then again when I was teen, he wants me to succeed. But he never had the time to understand my feelings. He never cared what I planned for. Instead, he never really cared for my happiness. I'm still like a stranger in his eyes.
Dia pernah membangunkan saya di waktu subuh. Hanya untuk mengabarkan bahwa dia rindu dan ingin sekali bercakap-cakap denganku. Dan anehnya, aku sama sekali tidak terganggu. Mataku terbelalak sempurma setiap kali aku membaca pesan darinya..
Aku terjaga. Dan kami masih bercerita.
Pada saat yang sama, adzan subuh mulai terdengar di udara. Kami belum mau menyudahi segalanya. Terus berbicara dan bertukar pikiran sampai kami sepakat untuk menyudahinya.
Dan saat aku menua nanti, aku tak ingin kenangan seperti ini melapuk. Aku ingin terus mengingat dan menjaganya di dalam sanubari. Meskipun aku tahu, kita takkan pernah bisa untuk saling memiliki.
Pada suatu hari, aku sangat berharap keajaiban itu dapat terjadi. Di mana kamu menyapaku dengan penuh semangat, lalu meyakinkanku bahwa kamu rindu. Aku pun selalu berharap kamu mengungkapkan satu hal yang lucu. Kamu akan bilang, komunikasi kita terganggu karena sesuatu yang sangat sepele. Beberapa di antaranya karena kesibukanmu yang menumpuk, tidak tersedianya waktu untuk menengok ponsel, atau barangkali kartu prabayarmu belum di-top up. Setidaknya alasan-alasan seperti itu masih dapat kumaklumi.
Tapi, apa pun alasan yang akan kudengar pada suatu hari nanti, aku akan tetap memercayainya. Percayalah...
Ada masa di mana bahagiaku pernah tercipta
Kepada satu yang selalu kupuja
Kepada dia satu-satunya penguasa palung jiwa,
yang akhirnya harus kuterima bahwa dia memperlakukanku layaknya pelabuhan sementara.
Bukan sebuah muara.
Namun padamu, aku merasa berbeda.
Kamu menenggelamkanku di ruang masa,
tempat aku menelusuri relief sejuta kisah
Tentang manusia sebelum kita.
Sejak kamu menghilang, rinduku terbelenggu waktu.
Gravitasi menyiksaku ke dalam perasaan tanpa jeda.
Jadi, kepada langit biruku yang tak pernah bersuara,
sampaikan kepadanya tentang satu rindu
yang selama ini tertahan di ujung kata.
Aku menantinya, pada satu temu.